Sabtu, 03 Februari 2018

CONTOH RPP KURIKULUM 2013

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Sekolah                                   : SMA
Mata Pelajaran                      : FISIKA
Kelas/Semester                      : Kelas XI/ Ganjil
Materi Pokok                         : Momen Gaya dan Momen Couple
Pertemuan                             : Pertama
Alokasi Waktu                       : 2 x 45 menit
 


A.    TUJUAN PEMBELAJARAN

3.1.1.1       Melalui LKPD 01 dan bahan bacaan tentang momen gaya/torsi, peserta didik dapat merumuskan pengaruh torsi / momen gaya pada sebuah benda dengan benar

3.1.1.2       Melalui LKPD 01 dan bahan bacaan tentang momen kopel, peserta didik dapat menggunakan konsep momen kopel untuk berbagai bentuk benda dengan benar

B.     KOMPETENSI DASAR
1.1              Bertambah keimanannya dengan menyadari hubungan keteraturan dan kompleksitas alam dan jagad raya terhadap kebesaran Tuhan yang menciptakannya.
2.1.            Menunjukkan perilaku ilmiah (percaya diri dan jujur) dalam aktivitas sehari-hari sebagai wujud implementasi sikap dalam melakukan percobaan, melaporkan, dan berdiskusi.
3.1.            Menerapkan konsep torsi, momen inersia, titik berat, dan momentum sudut pada benda tegar (statis dan dinamis) dalam kehidupan sehari-hari misalnya dalam olahraga.

C.    INDIKATOR PENCAPAIAN KOMPETENSI
Indikator KD-KI. 1
Indikator KD-KI. 2
2.1.1    Menunjukkan sikap percaya diri dalam meyampaikan pendapat
2.1.2    Menunjukkan perilaku berfikir kritis dalam menyelesaikan tugas
Indikator KD-KI. 3 (Pertemuan Pertama)
3.1.1    Menyelidiki pengaruh torsi atau momen gaya pada sebuah benda dalam           kaitannya dengan gerak rotasi benda tersebut

D.    MATERI PEMBELAJARAN
-          Fakta :
-          Memutar mur baut dengan menggunakan kunci inggris merupakan terapan momen gaya/torsi,
-          Stir pada mobil merupakan terapan momen kopel.
-          Konsep :
-          Hasil per silang antara vector posisi r dengan gaya F, dapat dituliskan τ = r × F disebut momen gaya / torsi
-          Hasil kali antara besar vektor lengan momen ( jarak antara kedua gaya ) dengan vektor gaya M = L × F disebut momen kopel
-          Prinsip :
-          Gerak rotasi adalah gerak benda pada bidang datar yang lintasannya berupa lingkaran
-          Momen gaya atau torsi adalah besaran yang dapat menyebabkan benda berotasi
-          Momen couple adalah jika dua buah gaya yang sama besar sejajar dan berlawanan arah melakukan gerakan memutar atau gerakan rotasi.
-          Prosedur :
-          Semakin besar jari jari maka akan semakin besar juga momen gaya pada benda itu sama halnya dengan gaya nya, jika semakin besar gaya yang diberikan maka akan semakin besar pula momen gaya nya .
-          Semakin besar gaya yang diberikan maka akan semakin besar pula momen kopel benda itu, dan semakin besar lengan gaya pada benda maka akan semakin besar pula momen kopel nya.


E.     MODEL PEMBELAJARAN DAN METODE PEMBELAJARAN
·         Model Pembelajaran                    : Discovery Learning
·         Metode Pembelajaran                  : Diskusi Kelompok, tanya jawab
·         Pendekatan                                  : Pendekatan Ilmiah (Saintifik)

F.     MEDIA, ALAT DAN SUMBER PEMBELAJARAN
-        Media                          : Power point, video pelepasan sekrup pada ban mobil
-        Alat dan Bahan           :  LCD
-        Sumber belajar            : Materi pelajaran tentang momen gaya dan couple,LKPD 01

G.    LANGKAH-LANGKAH KEGIATAN PEMBELAJARAN
Rincian Kegiatan
(model pembelajaran Discovery Learning)
Waktu
Pendahuluan
·      Menyapa peserta didik dan mengucapkan salam
·      Mengecek kehadiran peserta didik
·      Mengingatkan materi yang telah dipelajari sebelumnya yaitu materi  vektor, momentum, usaha.
·      Guru menampilkan judul dan tujuan pembelajaran melalui slide yaitu momen gaya (torsi) dan momen couple.
·      Peserta didik berdoa agar tujuan pembelajaran dapat tercapai.






10 menit
Kegiatan Inti
Fase 1 : Orientasi peserta didik pada masalah, Stimulation
·      Menayangkan video cara pelepasan sekrup ban mobil menggunakan beberapa alat.(Menyimak)
·      Memberi pertanyaan tentang, “cara yang manakah lebih mudah digunakan untuk memutar sekrup, Mengapa demikian?”.
·         Memancing rasa percaya diri peserta didik untuk memberikan pendapat terkait video yang diberikan guru.
·      Menunjuk beberapa peserta didik untuk menjawab pertanyaan, dengan prediksi alternatif jawaban:
-      Cara pertama. Karena gaya yang diberikan lebih besar.
-      Cara kedua. karena lengan kunci pada cara kedua lebih panjang dari cara pertama.
-      Cara kedua, karena lengan kunci pada cara kedua lebih panjang dan diberi gaya yang lebih sedikit dari pada cara pertama. Problem Statement
Fase  2 : Mengorganisasi peserta didik untuk belajar
·      Peserta didik dibagi dalam kelompok kecil, tiap kelompok terdiri atas 3-4  orang
·      Peserta didik dibagikan LKPD 01 dan buku bacaan (materi pelajaran) tentang “momen gaya dan momen  couple” yang dibuat oleh guru
·      Peserta didik di arahkan untuk menyelesaikan LKPD sesuai pertanyaan yang ada dalam LKPD (Menanya)(Data Collection)
Fase 3 : Membimbing penyelidikan individu/kelompok (Data Processing)
·      Peserta didik bekerja dalam kelompok dan mendiskusikan hasil pengamatan gambar sesuai LKPD 01 dan menelaah bacaan yang diberikan guru
·      Guru memberikan arahan dalam mengolah hasil diskusi bila perlu dan mengarahkan penyiapan bahan presentasi kelompok(Mengumpulkan Informasi, Menalar)
Fase 4 : Mengembangkan dan menyajikan hasil karya
·      Peserta didik menganalisis dan menyimpulkan hasil pengamatan gambar yang ada dalam LKPD 01, guru menilai peserta didik dalam menyelesaikan LKPD 01.
·      Menunjuk salah satu kelompok untuk mempresentasikan hasil pengamatan dan kelompok lain menggapi(Mengkomunikasikan)
Fase 5 : (Verification/Pembuktian)
·      Melalui diskusi klasikal peserta didik mempresentasikan hasil pengamatan sesuai dengan yang didapatkan dalam pengamatan.
·      Guru menanggapi hasil diskusi dan memberikan penguatan pemahaman atau mengklarifikasi miskonsepsi dan memberikan informasi tambahan bila dianggap perlu.
·      Peserta didik dan guru secara bersama-sama menjawab pertanyaan yang ditanyakan di awal pembelajaran (tentang video).
·      Guru meminta peserta didik untuk menyelesaikan  tugas evaluasi pada buku bacaan, untuk mengetahui pemahaman peserta didik tentang materi yang telah dipelajari
·      Peserta didik menyelesaikan tugas evaluasi yang dibagikan guru































70 Menit
Penutup
Fase 6 : Generalization ( Menarik Kesimpulan/Generalisasi)
·         Peserta didik menyimpulkan materi pembelajaran.
·         Memberikan informasi materi pembelajaran selanjutnya tentang momen inersia.
·         Doa dan mengucapkan salam




10 Menit


H.    PENILAIAN
1.         Teknik Penilaian
a)      Observasi (keterampilan/psikomotor)
b)      Tes tertulis ( penilaian pengetahuan/kognitif )
2.         Instrumen Penilaian
a)      Kognitif (Lampiran 1A)
b)      Keterampilan (Lampiran 2A)

3.         Pembelajaran Remedial dan Pengayaan

Jumat, 02 Februari 2018

Khittah Perjuangan Muhammadiyah dalam Kehidupan Berbangsa dan Bernegara

Muhammadiyah adalah Gerakan Islam yang melaksanakan da'wah amar ma'ruf nahi munkar dengan maksud dan tujuan menegakkan dan menjunjung tinggi Agama Islam sehingga terwujud masyarakat Islam yang sebenar-benarnya. Muhammadiyah berpandangan bahwa Agama Islam menyangkut seluruh aspek kehidupan meliputi aqidah, ibadah, akhlaq, dan mu'amalat dunyawiyah yang merupakan satu kesatuan yang utuh dan harus dilaksanakan dalam kehidupan perseorangan maupun kolektif. Dengan mengemban misi gerakan tersebut Muhammadiyah dapat mewujudkan atau mengaktualisasikan Agama Islam menjadi rahmatan lil-'alamin dalam kehidupan di muka bumi ini.
Muhammadiyah berpandangan bahwa berkiprah dalam kehidupan bangsa dan negara merupakan salah satu perwujudan dari misi dan fungsi melaksanakan da'wah amar ma'ruf nahi munkar sebagaimana telah menjadi panggilan sejarahnya sejak zaman pergerakan hingga masa awal dan setelah kemerdekaan Indonesia. Peran dalam kehidupan bangsa dan negara tersebut diwujudkan dalam langkah-langkah strategis dan taktis sesuai kepribadian, keyakinan dan cita-cita hidup, serta khittah perjuangannya sebagai acuan gerakan sebagai wujud komitmen dan tanggungjawab dalam mewujudkan "Baldatun Thoyyibatun Wa Rabbun Ghafur".
Bahwa peran dalam kehidupan berbangsa dan bernegara dapat dilakukan melalui dua strategi dan lapangan perjuangan. Pertama, melalui kegiatan-kegiatan politik yang berorientasi pada perjuangan kekuasaan/kenegaraan (real politics, politik praktis) sebagaimana dilakukan oleh partai-partai politik atau kekuatan-kekuatan politik formal di tingkat kelembagaan negara. Kedua, melalui kegiatan-kegiatan kemasyarakatan yang bersifat pembinaan atau pemberdayaan masyarakat maupun kegiatan-kegiatan politik tidak langsung (high politics) yang bersifat mempengaruhi kebijakan negara dengan perjuangan moral (moral force) untuk mewujudkan kehidupan yang lebih baik di tingkat masyarakat dan negara sebagaimana dilakukan oleh kelompok-kelompok kepentingan (interest groups).
Muhammadiyah secara khusus mengambil peran dalam lapangan kemasyarakatan dengan pandangan bahwa aspek kemasyarakatan yang mengarah kepada pemberdayaan masyarakat tidak kalah penting dan strategis daripada aspek perjuangan politik kekuasaan. Perjuangan di lapangan kemasyarakatan diarahkan untuk terbentuknya masyarakat utama atau masyarakat madani (civil society) sebagai pilar utama terbentuknya negara yang berkedaulatan rakyat. Peran kemasyarakatan tersebut dilakukan oleh organisasi-organisasi kemasyarakatan seperti halnya Muhammadiyah. Sedangkan perjuangan untuk meraih kekuasaaan (power struggle) ditujukan untuk membentuk pemerintahan dalam mewujudkan tujuan negara, yang peranannya secara formal dan langsung dilakukan oleh partai politik dan institusi-institusi politik negara melalui sistem politik yang berlaku. Kedua peranan tersebut dapat dijalankan secara objektif dan saling terkait melalui bekerjanya sistem politik yang sehat oleh seluruh kekuatan nasional menuju terwujudnya tujuan negara.
Muhammadiyah sebagai organisasi sosial-keagamaan (organisasi kemasyarakatan) yang mengemban misi da'wah amar ma'ruf nahi munkar senantiasa bersikap aktif dan konstruktif dalam usaha-usaha pembangunan dan reformasi nasional sesuai dengan khittah (garis) perjuangannya serta tidak akan tinggal diam dalam menghadapi kondisi-kondisi kritis yang dialami oleh bangsa dan negara. Karena itu, Muhammadiyah senantiasa terpanggil untuk berkiprah dalam kehidupan berbangsa dan bernegara dengan berdasarkan pada khittah perjuangan sebagai berikut:
Muhammadiyah meyakini bahwa politik dalam kehidupan bangsa dan negara merupakan salah satu aspek dari ajaran Islam dalam urusan keduniawian (al-umur ad-dunyawiyat) yang harus selalu dimotivasi, dijiwai, dan dibingkai oleh nilai-nilai luhur agama dan moral yang utama. Karena itu diperlukan sikap dan moral yang positif dari seluruh warga Muhammadiyah dalam menjalani kehidupan politik untuk tegaknya kehidupan berbangsa dan bernegara.
Muhammadiyah meyakini bahwa negara dan usaha-usaha membangun kehidupan berbangsa dan bernegara, baik melalui perjuangan politik maupun melalui pengembangan masyarakat, pada dasarnya merupakan wahana yang mutlak diperlukan untuk membangun kehidupan di mana nilai-nilai Ilahiah melandasi dan tumbuh subur bersamaan dengan tegaknya nilai-nilai kemanusiaan, keadilan, perdamaian, ketertiban, kebersamaan, dan keadaban untuk terwujudnya "Baldatun Thayyibatun Wa Rabbun Ghafur".
Muhammadiyah memilih perjuangan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara melalui usaha-usaha pembinaan atau pemberdayaan masyarakat guna terwujudnya masyarakat madani (civil society) yang kuat sebagaimana tujuan Muhammadiyah untuk mewujudkan masyarakat Islam yang sebenar-benarnya. Sedangkan hal-hal yang berkaitan dengan kebijakan-kebijakan kenegaraan sebagai proses dan hasil dari fungsi politik pemerintahan akan ditempuh melalui pendekatan-pendekatan secara tepat dan bijaksana sesuai prinsip-prinsip perjuangan kelompok kepentingan yang efektif dalam kehidupan negara yang demokratis.
Muhammadiyah mendorong secara kritis atas perjuangan politik yang bersifat praktis atau berorientasi pada kekuasaan (real politics) untuk dijalankan oleh partai-partai politik dan lembaga-lembaga formal kenegaraan dengan sebaik-baiknya menuju terciptanya sistem politik yang demokratis dan berkeadaban sesuai dengan cita-cita luhur bangsa dan negara. Dalam hal ini perjuangan politik yang dilakukan oleh kekuatan-kekuatan politik hendaknya benar-benar mengedepankan kepentingan rakyat dan tegaknya nilai-nilai utama sebagaimana yang menjadi semangat dasar dan tujuan didirikannya negara Republik Indonesia yang diproklamasikan tahun 1945.
Muhammadiyah senantiasa memainkan peranan politiknya sebagai wujud dari dakwah amar ma'ruf nahi munkar dengan jalan mempengaruhi proses dan kebijakan negara agar tetap berjalan sesuai dengan konstitusi dan cita-cita luhur bangsa. Muhammadiyah secara aktif menjadi kekuatan perekat bangsa dan berfungsi sebagai wahana pendidikan politik yang sehat menuju kehidupan nasional yang damai dan berkeadaban.
Muhammadiyah tidak berafiliasi dan tidak mempunyai hubungan organisatoris dengan kekuatan-kekuatan politik atau organisasi manapun. Muhammadiyah senantiasa mengembangkan sikap positif dalam memandang perjuangan politik dan menjalankan fungsi kritik sesuai dengan prinsip amar ma'ruf nahi munkar demi tegaknya sistem politik kenegaraan yang demokratis dan berkeadaban.
Muhammadiyah memberikan kebebasan kepada setiap anggota Persyarikatan untuk menggunakan hak pilihnya dalam kehidupan politik sesuai hati nurani masing-masing. Penggunaan hak pilih tersebut harus merupakan tanggungjawab sebagai warga negara yang dilaksanakan secara rasional dan kritis, sejalan dengan misi dan kepentingan Muhammadiyah, demi kemaslahatan bangsa dan negara.
Muhammadiyah meminta kepada segenap anggotanya yang aktif dalam politik untuk benar-benar melaksanakan tugas dan kegiatan politik secara sungguh-sungguh dengan mengedepankan tanggung jawab (amanah), akhlak mulia (akhlaq al-karimah), keteladanan (uswah hasanah), dan perdamaian (ishlah). Aktifitas politik tersebut harus sejalan dengan upaya memperjuangkan misi Persyarikatan dalam melaksanakan da'wah amar ma'ruf nahi munkar.

Muhammadiyah senantiasa bekerjasama dengan pihak atau golongan mana pun berdasarkan prinsip kebajikan dan kemaslahatan, menjauhi kemudharatan, dan bertujuan untuk membangun kehidupan berbangsa dan bernegara ke arah yang lebih baik, maju, demokratis dan berkeadaban.

METODE PEMBELAJARAN

Terdapat beberapa metode pembelajaran yang dapat digunakan untuk mengimplementasikan strategi pembelajaran, diantaranya:
a.       Ceramah
Metode ceramah adalah metode penyampaian bahan pelajaran secara lisan oleh guru di muka kelas. Metode ini banyak dipilih guru karena mudah dilaksanakan dan tidak membutuhkan alat bantu khusus serta tidak perlu merancang kegiatan siswa. Dalam pengajaran yang menggunakan metode ceramah terdapat unsur paksaan. Dalam hal ini siswa hanya diharuskan melihat dan mendengar serta mencatat tanpa komentar informasi penting dari guru yang selalu dianggap benar itu. Padahal dalam diri siswa terdapat mekanisme psikologis yang memungkinkannya untuk menolak disamping menerima informasi dari guru. Inilah yang disebut kemampuan untuk mengatur dan mengarahkan diri.
Keunggulannya yaitu penggunaan waktu yang efisien dan pesan yang di sampaikan dapat sebanyak-banyaknya, pengorganisasian kelas lebih sederhana, dapat memberikan motivasi terhadap siswa dalam belajar, fleksibel dalam penggunaan waktu dan bahan. Kelemahannya adalah guru seringkali mengalami kesulitan dalam mengukur pemahaman siswa, siswa cenderung bersifat pasif dan sering keliru dalam menyimpulkan penjelasan guru, menimbulkan rasa pemaksaan pada siswa, cenderung membosankan dan perhatian siswa berkurang.
b.      Demonstrasi
Metode demonstrasi adalah cara penyajian pelajaran dengan memeragakan suatu proses kejadian. Metode demonstrasi biasanya diaplikasikan dengan menggunakan alat-alat bantu pengajaran seperti benda-benda miniatur, gambar, dan lain-lain. Akan tetapi, alat demonstrasi yang paling pokok adalah papan tulis dan white board, mengingat fungsinya yang multi proses. Dengan menggunakan papan tulis guru dan siswa dapat menggambarkan objek, membuat skema, membuat hitungan matematika, dan lain-lain.
c.       Diskusi
Metode diskusi adalah cara pembelajaran dengan memunculkan masalah. Dalam diskusi terjadi tukar menukar gagasan atau pendapat untuk memperoleh kesamaan pendapat. Dengan metode diskusi keberanian dan kreativitas siswa dalam mengemukakan gagasan menjadi terangsang, siswa terbiasa bertukar pikiran dengan teman, menghargai dan menerima pendapat orang lain, dan yang lebih penting melalui diskusi mereka akan belajar bertanggung jawab terhadap hasil pemikiran bersama.
Kelebihan metode ini adalah suasana kelas lebih hidup, dapat menaikkan prestasi kepribadian individu, kesimpulan hasil diskusi mudah dipahami siswa, sisiwa belajar untuk mematuhi peraturan-peraturan dan tata tertib dalam musyawarah. Kekurangannya yaitu siswa ada yang tidak aktif, sulit menduga hasil yang dicapai, siswa mengalami kesulitan mengeluarkan ide-ide atau pendapat mereka secara ilmiah dan sistematis.
Untuk mengatasi kelemahan dan segi negatif dari metode ini dapat dilakukan dengan cara pimpinan diskusi diberikan kepada murid dan diatur secara bergiliran, guru mengusahakan seluruh siswa agar berpartisipasi dalam diskusi, mengusahakan supaya semua siswa mendapat giliran berbicara, sementara siswa yang lain belajar mendengarkan pendapat temannya, mengoptimalkan waktu yang ada untuk mendapatkan hasil yang diinginkan.
Ada beberapa jenis diskusi yang dilakukan oleh guru dalam membimbing belajar siswa antara lain:
  • Whole Group yaitu : bentuk diskusi kelas dimana para pesertanya duduk setengah lingkaran, guru bertindak sebagai pemimpin dan topiknya telah direncanakan.
  • Diskusi kelompok : diskusi yang biasanya terdiri dari kelompok kecil (4-6) orang peserta, dan juga diskusi kelompok besar terdiri (7-15) anggota. Dalam diskusi tersebut dibahas tentang suatu topik tertentu dipimpin oleh seorang ketua dan seorang skretaris,
  • Buzz Group : biassanya dibagi-bagi menjadi kelompok-kelompok kecil yang terdiri dari 3-4 orang peserta. Tempat duduk diatur sedemikian rupa agar para siswa dapat bertukar pikiran dan bertatap muka dengan mudah. Diskusi ini biasanya diadakan ditengah-tengah pelajaran atau diakhir pelajaran dengan maksud memperjelas dan mempertajam bahan pelajaran.
  • Panel : yaitu bentuk diskusi yang terdiri dari 3-6 orang peserta untuk mendiskusikan suatau topok tertentu dan duduk dalam bentuk seni melingkar yang dipimpin oleh moderator.
  • Syindicate group, yaitu bentuk diskusi ini kelas dibagi ke dalam beberapa kelompok kecil yang terdiri dari 3-4 peserta, masing-masing kelompok mengerjakan tugas-tugas tertentu atau tugas yang bersifat komplementer.
  • Symposium, dalam diskusi ini biasanya terdiri dari pembawa makalah, moderator, dan notulis, serta beberapa peserta symposium.
  • Informal debate, biasanya bentuk diskusi ini kelas dibagi menjadi dua tim yang agak seimbang besarnya dan mendiskusikan subjek yang cocok untuk diperdebatkan tanpa memperhatikan peraturan perdebatan formal.
  • Fish bowl, diskusi ini tempat duduk diatur setengah melingkar dengan dua atau tiga kursi kosong menghadap peserta diskusi. Kelompok pendengar duduk mengelilingi kelompok diskusi yang seolah-olah melihat ikan yang berada didalam mangkok.
  • Brain storming, biasanya terdiri dari delapan sampai dua belas orang peserta, setiap anggota kelompok diharapkan menyumbang ide dalam pemecahan masalah. Hasil yang diinginkan adalah menghargai pendapat orang lain, menumbuhkan rasa percaya diri dalam upaya mengembangkan ide-ide yang ditemukan atau dianggap benar.
d.      Metode Tanya Jawab
Metode Tanya Jawab yaitu penyampaian pelajaran dengan cara guru mengajukan pertanyaan dan murid menjawab. Atau suatu metode didalam pendidikan dimana guru bertanya sedangkan murid menjawab tentang materi yang ingin diperolehnya. Pengertian lain dari metode tanya jawab adalah penyajian pelajaran dalam bentuk pertanyaan yang harus dijawab, terutama dari guru kepada murid atau dapat juga dari murid kepada guru.
Kelebihannya yaitu situasi kelas akan hidup karena anak-anak aktif berfikir dan menyampaikan buah fikiran, melatih agar anak berani mengungkapkan pendapatnya dengan lisan, timbulnya perbedaan pendapat diantara anak didik akan menghangatkan proses diskusi dengan lisan secara teratur, mendorong murid lebih aktif dan sungguh-sungguh, merangsang siswa untuk melatih dan mengembangkan daya fikir, mengembangkan keberanian dan ketrampilan siswa dalam menjawab dan mengemukakan pendapat. Kekurangannya adalah memakan waktu lama, siswa merasa takut apabila guru kurang mampu mendorong siswanya untuk berani menciptakan suasana yang santai dan bersahabat, tidak mudah membuat pertanyaan sesuai dengan tingkat berfikir siswa.
e.       Metode Pembiasaan
Metode pembiasan adalah sebuah cara yang dapat dilakukan untuk membiasakan anak didik berfikir, bersikap dan bertindak sesuai dengan tuntunan agama islam. Contohnya ayat pengharaman khomer. Kelebihannya tidak hanya berkaitan lahiriyah tetapi berhubungan aspek batiniyah. Metode ini tercatat sebagai metode paling berhasil dalam pembentukan kepribadian anak didik. Kelemahan metode ini membutuhkan tenaga pendidik yang bener-benar dapat dijadikan sebagai contoh.
f.       Metode Keteladanan
Metode keteladanan maksudnya adalah merupakan hal-hal yang dapat ditiru atau di contoh oleh seseorang dari orang lain, namun keteladanan yang dimaksud disini adalah keteladanan yang dapat dijadikan sebagai alat pendidikan islam, yaitu keteladanan yang baik, sesuai dengan pengertian uswah dalam ayat Al-Qur’an. Kelebihan yaitu memudahkan anak didik dalam menerapkan ilmu yang dipelajarinya, memudahkan guru mengevaluasi hasil belajar, mendorong guru akan selalu berbuat baik, tercipta situasi yang baik dalam lingkungan sekolah, keluarga dan masyarakat. Kelemahannya yaitu figur guru yang kurang baik cenderung akan ditiru olah anak didiknya, jika teori tanpa praktek akan menimbulkan verbalisme.
 g.      Metode Pemberin Ganjaran
Maksud metode ini adalah pemberian ganjaran yang baik terhadap perilaku baik anak didik. Macam-macam ganjaran dapat berupa pujian yang indah, imbalan materi/hadiah, doa, tanda penghargaan, wasiat pada orang tua. Kelebihannya adalah memberikan pengaruh yang cukup besar terhadap jiwa anak didik, menjadi pendorong bagi anak-anak didik lainnya untuk mengikuti anak yang memperoleh pujian dari gurunya. Kelemahannya yaitu dapat menimbulkan dampak negatif apabila guru melakukan secara berlebihan, umumnya “ganjaran” membutuhkan alat tertentu serta membutuhkan biaya.
h.      Metode Pemberian Hukuman
Metode ini keblikan dari metode pemberian ganjaran yang mana kelebihan dan kekurangannya hampir sama. metode ini adalah jalan terakhir dalam proses pendidikan.
i.        Metode Sorogan
Inti metode ini adalah berlangsungnya proses belajar mengajar secara face to face, antara guru dan murid. Kelebihannnya yaitu Guru secara pasti mengetahui secara pasti kualitas anak didiknya, bagi murid yang IQ nya tinggi akan cepat menyelesaikan pelajaran, mendapatkan penjelasan yang pasti dari seorang guru. Kekurangannya adalah membutuhkan waktu yang sangat banyak.
j.        Metode Kisah
Metode kisah merupakan suatu cara dalam menyampikan suatu materi pelajaran dengan menutuurkan materi pelajran dengan menuturkan secara kronologis tentang bagaiman terjadinya sesuatu hal yang sebenarnya terjadi ataupun hanya rekaan belaka. Metode kisah didunia pendidikan yang tidak diragukan kebenarannya yaitu Qur’ani dan kisah para nabi.
k.      Metode Pemberian Tugas
Pada metode ini Guru memberikan sejumlah tugas terhadap murid-muridnya untuk mempelajari sesuatu, kemudian mereka disuruh untuk mempertanggung jawabkannya. Tugas yang diberikan oleh guru bisa berbentuk memperbaiki, memperdalam, mengecek, mencari informasi, atau menghafal pelajaran. Metode ini mempunyai 3 fase yaitu: 1. fase pemberian tugas, 2. fase pelaksanaan tugas, 3. fase pertanggungjawaban tugas.
 l.        Metode Karya Wisata
Adalah suatu metode mengajar dimana siswa dan guru pergi meninggalkan sekolah menuju suatu tempat untuk menyelidiki atau mempelajari hal-hal tertentu.
m.    Metode Eksperimen
Metode Eksperien merupakan metode percobaan yang biasanya dilakukan dalam mata pelajaran tertentu. Sedangkan menurut Departemen Agama yaitu praktek pengajaran yang melibatkan anak didik pada pekerjan akademis, pelatihan dan pemecahan masalah.
n.      Metode Latihan
Metode latihan merupakan suatu metode dalam pengajaran dengan jalan melatih anak didik terhadap bahan pelajaran yang sudah di berikan, atau biasa disebut dengan ulangan.
o.      Metode Sosio-Drama
Metode sosio-drama merupakan suatu metode mengajar dimana guru memberikan kesempatan kepada murid untuk melakukan kegiatan memainkan peran tertentu seperti yang terdapat dalam masyarakat sosial. Tujunnya adalah agar siswa menghayati dan menghargai perasaan orang lain, membagi tanggung jawab dalam kelompok, merangsang siswa berpikir dan memecahkan masalah.
p.      Simulasi
Simulasi dalam pendidikan adalah seperti simulasi pelatihan dengan memusatkan perhatian pada tugas-tugas tertentu. Penekanan dalam metode simulasi adalah pada kemampuan siswa untuk berimitasi sesuai dengan objek yang diperankan. Dan pada titik finalnya siswa mampu untuk mendapatkan kecakapan bersikap dan bertindak sesuai dengan situasi yang sebenarnya. Sesuai dengan sifat tiruannya simulasi terbgi dalam 5 jenis yaitu: sosiodrama, psikodrama, permainan simulasi, permainan peranan, pre-teaching.
q.      Metode Kerja Lapangan
Metode kerja lapangan merupakan suatu cara mengajar yang bertujuan memberikan pengalaman kerja nyata bagi anak didik diluar kelas (dimana saja bisa). Metode ini hakekatnya merupakan penyempurnaan dari metode kerja kelompok, karya wisata, dan eksperimen, bahkan tanya-jawab.
 r.        Metode Kerja Kelompok
Metode Kerja Kelompok merupakan istilah kerja kelompok yang mengandung arti bahwa siswa-siswa dalam suatu kelas dibagi kedalam beberapa kelompok besar maupun kecil yang didasarkan atas prinsip untuk mencapai tujuan bersama. Langkah-langkah yang harus ditempuh dalm pelaksanaan metode kerja kelompok, yaitu :
·         Menentukan kelompok
·         Pemberian tugas-tugas kepada kelompok
·         Pengerjaan tugas pada masing-masing kelompok penilaian
 Adapun kelebihan dari metode ini adalah
·         Melatih dan menumbuhkan rasa kebersamaan dan toleransi
·         Adanya kerjasama yang saling menguntungkan antara individu dalam kelompok
·         Menumbuhkan rasa ingin maju dan persaingan yang sehat
Sedangkan kekurangannya :
·         Memerlukan persiapan yang agak rumit
·         Harus diawasi guru dengan ketat agar tidak timbul persaingna ynag tidak sehat
·         Sifat dan kemampuan individu akn terabaikan
·         Jika tuga tidak dibatasi waktu tertentu, maka akan cenderung terabaikan
            Teknik pembelajaran dapat diatikan sebagai cara yang dilakukan seseorang dalam mengimplementasikan suatu metode secara spesifik. Misalkan, penggunaan metode ceramah pada kelas dengan jumlah siswa yang relatif banyak membutuhkan teknik tersendiri, yang tentunya secara teknis akan berbeda dengan penggunaan metode ceramah pada kelas yang jumlah siswanya terbatas. Demikian pula, dengan penggunaan metode diskusi, perlu digunakan teknik yang berbeda pada kelas yang siswanya tergolong aktif dengan kelas yang siswanya tergolong pasif. Dalam hal ini, guru pun dapat berganti-ganti teknik meskipun dalam koridor metode yang sama.
            Sementara taktik pembelajaran merupakan gaya seseorang dalam melaksanakan metode atau teknik pembelajaran tertentu yang sifatnya individual. Misalkan, terdapat dua orang sama-sama menggunakan metode ceramah, tetapi mungkin akan sangat berbeda dalam taktik yang digunakannya. Dalam penyajiannya, yang satu cenderung banyak diselingi dengan humor karena memang dia memiliki rasa humor yang tinggi, sementara yang satunya lagi kurang memiliki rasa humor, tetapi lebih banyak menggunakan alat bantu elektronik karena dia memang sangat menguasai bidang itu. Dalam gaya pembelajaran akan tampak keunikan atau kekhasan dari masing-masing guru, sesuai dengan kemampuan, pengalaman dan tipe kepribadian dari guru yang bersangkutan. Dalam taktik ini, pembelajaran akan menjadi sebuah ilmu sekalkigus juga seni (kiat).
Apabila antara pendekatan, strategi, metode, teknik dan bahkan taktik pembelajaran sudah terangkai menjadi satu kesatuan yang utuh maka terbentuklah apa yang disebut dengan model pembelajaran. Jadi, model pembelajaran pada dasarnya merupakan bentuk pembelajaran yang tergambar dari awal sampai akhir yang disajikan secara khas oleh guru. Dengan kata lain, model pembelajaran merupakan bungkus atau bingkai dari penerapan suatu pendekatan, metode, dan teknik pembelajaran.
            Di luar istilah-istilah tersebut, dalam proses pembelajaran dikenal juga istilah desain pembelajaran. Jika strategi pembelajaran lebih berkenaan dengan pola umum dan prosedur umum aktivitas pembelajaran, sedangkan desain pembelajaran lebih menunjuk kepada cara-cara merencanakan suatu sistem lingkungan belajar tertentu setelah ditetapkan strategi pembelajaran tertentu. Jika dianalogikan dengan pembuatan rumah, strategi membicarakan tentang berbagai kemungkinan tipe atau jenis rumah yang hendak dibangun (rumah joglo, rumah gadang, rumah modern, dan sebagainya), masing-masing akan menampilkan kesan dan pesan yang berbeda dan unik. Sedangkan desain adalah menetapkan cetak biru (blue print) rumah yang akan dibangun beserta bahan-bahan yang diperlukan dan urutan-urutan langkah konstruksinya, maupun kriteria penyelesaiannya, mulai dari tahap awal sampai dengan tahap akhir, setelah ditetapkan tipe rumah yang akan dibangun.



Nasab Muhammad rasulullah shallallahu alaihi wa sallam

      Abu Muhammad Abdul Malik bin Hisyam berkata, "inilah sirah Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam, Muhammad bin Abdullah bin Abd...