Senin, 28 November 2016

PERJALANAN MENUJU LOKASI PENGABDIAN KAB. WAROPEN, PAPUA, UNTUKMU NEGERIKU, PADAMU NEGERI KAMI MENGABDI

Berawal dari menonton acara-acara di tv tentang pengabdian-pengabdian yang dilakukan oleh tenaga kesehatan dan pendidik yang berasal dari pekotaan yang mendedikasikan dirinya datang ke pelosok negeri untuk mengabdi. Di saat itu pula niat untuk mengabdi dalam diriku bangkit.
Setahun lamanya berusaha untuk meminta ijin untuk mendftar pada program SM-3T kepada ibunda tercinta, namun usaha itu pun tidak berhasil. Dan pada akhirnya setelah menyelesaikan pendidikan di perguruan tinggi niat itu pun semakin tak terbendung. Kuberanikan diriku untuk mendftar sekedar untuk mendapatkan pasword dan user name. Di hari yang sama, tepat sehabis shalat magrib di kamar kost yang kecil saya menghubungi ibunda tercinta yang saat itu ada di tanah kelahiranku, Maros.
“Mama saya sudah mendaftar program SM-3T tahap awal, kalau mama mengijinkan saya untuk mendaftar dan mengabdi ke pelosok negeri, saya melanjutkan proses pendaftaran ini dan melengkapi berkas-berkas yang disyaratkan tapi kalu tidak, pendaftaran ini saya hentikan saat ini juga” kataku di telepon. “ ya sudah lanjutkan saja nak, kalau rejekimu ada pada program ini pasti kamu lolos, tapi kalu bukan rejeki maka rejekimu ada di tempat lain” kata beliau.
Dengan semangatnya saya bersama teman-teman mengurus ke rektorak kampus agar ijazah kami cepat keluar karena saat itu kami baru 2 minggu selesai wisudah yang otomatis di kamups kami jika dalm jangka waktu yang seperti itu tidak ada harapan untuk mendapatkan ijazah. Namun, dengan usaha yang tiada henti melapor ke ketua jurusan, dekan fakultas, kepala bagian pencetakan ijazah, tapi semuanya sia-sia hingga pada akhirnya kami mengahadpa pada WR 3 dan akhirnya ijazah kami pun bisa di keluarkan dalam jangka 2 minggu saja. Perjuangan pun dilanjutkan untuk mendaftar di program ini.
Tahap demi tahap kulalui pengumuman keulusan berkas, tes online, melengkapi berkas, tes wawancara, dan undangan untuk wawancara. Berkah ramadhan dan doa dari ibunda tersayang, alhamdulillah segalanya dilewati dengan tanpa halangan yang berarti sedikitpun.

Berlanjut pada kegiatan prakondisi yang harus dilewati yang sebenarnya sangat berat untuk kulalui, bukan karena saya harus latihan militer ataupun harus bangun jam 3 malam untuk mandi dan siap-siap untuk balajar tapi, yang membuat saya berat untuk mengikuti kegiatan prakondisi itu adalah karena keluarga besarku yang katanya keluarga se-Indonesia kumpul pada satu titik yaitu di maros, tanah kelahiranku karena bertepatan dengan acara keluarga. Dimana saat mengikuti kegiatan prakondisi kami tidak diperkenankan untuk pulang ke rumah. Tapi aahhh sudahlah tidak apa-apa semua demi cita-citaku.. yah cita-citaku sejak dulu yang ingin ke pelosok negeri untuk menjadi orang yang bermanfaat di sana. Nah ini dia foto yang sempat diabadikan saat kegiatan prakondisi... hahahah kerenkan? Dan pastinya seru...


Setelah kegiatan prakondisi selesai, belum lagi istirahat full di esok hari jam 8 pagi kami harus mengikuti kegiatan pelepasan di kampus dan tepat jam 9 malam kami harus kumpul di bandara sultan hasanuddin untuk berangkat ke Waropen. Meskipun dengan berat hati untuk meninggalkan keluarga dan orang-orang tercinta, namun demi tugas dan panggilan jiwa saya bersama teman-teman yang didampingi oleh pak Alimin, dosen pendamping kami. Kami pun berangkat ke waropen dengan kondisi tubuh yang masih kelelahan sehabis prakondisi. Meskipun orangtua dan keluarga menggantar kami dengan linangan air mata di bandara namun, kami harus pergi mengemban tugas yang di berikan negara kepada kami, “Mewujudkan generasi emas Indonesia”.

Dan... tadaaaaa foto di atas diambil pas di ruang tunggu bandara internasional Sultan Hasanuddin Makassar... bareng pak Alimin juga nih.. meski muka masih comel-comel badan lelah tapi harus tetap semangat dan eksis... guru kekinian siap berangkat ke Biak trus cuss Waropen... hahaha semangat ki anak muda....
Makassar, 19 Agustus 2015 pukul 01:15 WITA kami terbang menuju Biak dan tiba di bandara Biak pukul 05:35 WIT. Di Biak kami di jemput oleh korkab SM-3T angkatan IV dan anggota KKSS (Keluarga Kerukunan Sulawesi Selatan), Waropen. Dari bandara, kami melanjutkan perjalanan menuju pelabuhan untuk menyebrang ke kabupaten waropen. Sementara menunggu kapal cepatnya berangkat, kami bersama pak alimin beristiahat dan makan di hotel aspal katanya. Hotel ini tidak ada di daerah mana pun, karena pelayanannya sungguh luar bisa, kami tidur dan makan di atas kasur aspal yang berdindingkan pemandangan laut biak yang indah dan beratapkan langit. Panas memang, tapi inilah salah satu cara untuk menikmati dan merenungkan kebesaran Allah SWT. Penasaran dengan hotel aspalnya? Nah ini dia foto kami saat di hotel aspal... hahaha hotel ala 3T mungkin eehhh...



Kerenkan? Pemanangan laut yang biru ditambah hijau pepohonan di sekitar, hidangan makanan laut has Biak yang kakak angkatan IV sediakan secara geratis.. hahaaa... dan semangat para sarjana muda untuk mengabdikan diri di pelosok negeri... maka, nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan? (QS. Ar-Rahman:49)
          Yuk lanjut Naik kapal cepat ke Waropen anak muda... 


Hmmmmm... saat perjalanan menuju waropen saya tidak bisa bercerita banyak... hihihiii mau tau kenapa? Hmm alasannya tidak lama setelah saya duduk di atas kapal saya tertidur karena efek masih capek habis prakondisi hehehe yah itu saja... tapi, sempat sih di atas kapal cerita-cerita dengan dua orang warga Waropen.. yang awalnya kami kira waarga biasa dan ternyata mereka adalah anggota DPRD hihihii maklum mereka berpenampilan layaknya warga biasa saja... tidak seperti kebanyakan anggota DPRD di ekhmmm kabupaten lain maksudnya....
Setelah menempuh perjalanan laut kurang lebih 4,5 jam dan akhirnya selamat datang di welcome KABUPATEN WAROPEN.... sejauh mata memandang dari dalam kapal sudah terlihat pelabuhan Waren yang dipenuhi oeh warga, siswa, dan tentunya kakak SM-3T angkatan IV yang datang menyambut kami... keluar dari kapal mereka menyuguhkan buah sirih, biji pinang, dan tentunya kapur sirih... saya mah terima-terima saja... kebiasaan makan buah sirih, pinang, dicmpur kapur memang sudah menjadi adat dan kebiasaan... katanya, kalau torang mo bersaudara dengan orang Papua tong mesti makan sirih pinang dulu ibu guru.. yaahhh ok sa makan.. dan wow... rasa aneh, pekat, dll bercampur.. hihih tapi mau apa lagi ini demi jadi saudara... di mana kaki berpijak di situ langit di junjung... yahhh

Hihihii ucapan selamat datang... terimakasih atas penyambutannya di pelabuhan...
yukkk lanjut lagi. Dari pelabuhan kami dibawa ke rumah kepala suku besar kabupaten Waropen Bapak Nathan Simunapendi untuk menghadiri acara lepas sambut SM-3T IV dan SM-3T V yang kebetulan kami sama-sama berasal dari LPTK UNM yang dirangkaikan dengan penyambutan secara adat yaitu injak piring, pencucian muka, serta permintaan ijin pada leluhur tanah Waropen oleh bapak Kepala suku besar....

 Sekian dulu kisah perjalanan kami yah... hihihii nantikan edisi selanjutnya... hihihiii tetap semangat mengeduksi, tetap menginspirasi, Salam MBMI.... Untukmu negeri, Padamau negeri kami mengabdi...  



Selasa, 29 Oktober 2013

Ilmu Bumi dan Antariksa



Pertanyaan ke-1 :
Mengutip dari teori keadaan tetap bahwa “tiap-tiap galaksi terbentuk, tumbuh menjadi tua dan akhirnya mati pada saat bintang-bintang mendukung galaksi itu berevolusi mencapai keadaan bayang putih (katai putih). “ pertanyaannya, apakah ada perindukan di alam semesta ini? Dan kapan suatu galaksi di katakana mati?
Jawaban :  di alam semesta ini sama sekali tidak ada perindukan, akan tetapi perlu kita ketahui bahwa bintang dan planet terbentuk melalui pemadatan gas dan debu di angkasa yang disebut “nebula”. Karenanya, nebula, sumber dari benda-benda angkasa, memiliki peran terpenting di alam semesta. Nebula tidak memiliki cahaya sebagaimana bintang-bintang. Sehingga sangat sulit untuk melihatnya. Mereka terlihat hanya jika gas didalamnya keluar memancarkan cahaya atau jika mereka memantulkan cahaya bintang. Kita juga dapat melhatnya ketika mereka melewati suatu sumber cahaya.
Bintang memancarkan panas, cahaya, dan energi. Selain dari bintang-bintang berukuran kecil, terdapat pula bintang yang berukuran sangat besar. Ternyata matahari bukanlah sebuah bintang besar; masih banyak sekali bintang yang lebih besar darinya.
Adapun argumen yang mengatakan bahwa ”bintang pula memiliki jangka hidup”, bukan berari bintang adalah mahkluk hidup, akan tetapi ia seperti makhluk hidup yang dilahirkan, hidup, dan kemudian mati.
Telah kita ketahui, bintang-bintang terlahir di dalam nebula. Kehidupan sebuah bintang besar seringkali berakhir dengan sebuah ledakan dahsyat, bahan penyusunnya berhamburan ke segala arah. Dari serpihan-serpihan itu, akan muncul bagian-bagian yang akan membentuk bintang atau planet yang lebih kecil. Matahari dan planet-planet di dalam Tata Surya termasuk bumi kita terbentuk setelah adanya ledakan dahsyat sebuah bintang raksasa di masa lalu. Dan bintang dikatakan mati apabila ia cahayanya telah habis dan kemudian ia akan menjadi sebuah lubang hitam
Pertanyaan ke- 2 :
Dari beberapa teori yang di jelaskan menegenai terjadinya alam semesta, menurut kelompok anda teori manakah yang paling mendekati kebenaran atas terjadinya alam semesta?
Jawaban : Menurut kelompok kami, teori yang paling mendekati kebenaran atas terjadinya alam semesta yaitu teori ledakan besar atau dikenal sebagai teori ledakan Big Bang, berdasar kepada Al-Qur’an Surah Al-Anbiyaa’: 30 :
 Artinya : Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya. Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tiada juga beriman?
Mari kita cermati ayat tersebut:
Ø  Kata “langit” meliputi seluruh penjuru langit, termasuk ruang angkasa.
Ø  Pernyataan “langit dan bumi itu dahulunya adalah sesuatu yang padu” menggambarkan segala sesuatu di alam semesta ini dahulunya bersatu padu.

Akhirnya, pernyataan ”kemudian Kami pisahkan antara keduanya” menjelaskan bahwa alam semesta menjadi berkeping-keping dengan adanya suatu ledakan.
Contoh ini membuktikan dua fakta penting:
ØAlqur’an adalah kitab suci yang diturunkan oleh Allah.
ØBerita yang diberikan oleh Alqur’an adalah yang paling benar. Karena Allah, Yang menciptakan alam semesta ini menurunkan Alqur’an, sedangkan Allah yang paling tahu apa yang telah Dia ciptakan.
Jadi, jelas sekali terlihat bahwa dari penjabaran ini dapat kita simpulkan bahwa teori yang hampir mencapai kebenaran dan bahkan benar adalah teori Ledakan besar atau Teori Ledakan Big Bang.
Pertanyaan ke-3:
Mengapa Venus dan Uranus gerakannya searah dengan jarum jam, sedangkan pelanet-pelanet yang lain tidak searah dengan jarum jam?
Jawaban : Dugaannya adalah bahwa ada benda besar (seukuran mars) yang pernah menabrak venus hingga menyebabkan planet ini terbalik. jadi awalnya, arah rotasi venus sama seperti bumi dan planet lainnya. tetapi akibat tabrakan itu ia jadi terbalik (kutub utaranya jadi "ke bawah"). hal ini sama dengan dugaan alasan kenapa uranus kutub rotasinya bersudut 90 derajat dari bidang revolusinya. Benda yang menabrak itu juga menyebabkan rotasi venus menjadi sangat lambat. periode rotasinya 243 hari sedangkan periode revolusinya 224 hari. Jika dilihat dari atas kutub utara matahari, semua planet yang mengorbit dalam arah berlawanan arah jarum jam, tetapi sementara kebanyakan bintang juga memutar berlawanan arah jarum jam, Venus berputar searah jarum jam dalam rotasi "retrograde". Periode rotasi Venus ini disebabkan oleh equilibrium state dengan pasang surut gravitasi oleh matahari yang cenderung memperlambat laju rotasi, dan pasang surut atmosfer yang diciptakan oleh pemanasan matahari dari atmosfer Venus yang tebal. Begitu pula dengan pelanet Uranus.


Sabtu, 31 Agustus 2013

Struktur Kejadian Manusia


Manusia adalah makhluk yang sempurna dibandingkan dengan makhluk lainnya. Bangunan manusia terbagi dua, yaitu :
-          Jasmani yang meliputi : tulang, daging, dan kulit.
-          Rohani yang meliputi : qolbu (hati), akal, dan nafsu. Nafsu dibedakan menjadi dua, yaitu nafsu amarah : tidak bisa dikendalikan dan nafsu mutmainnah : bisa dikendalikan.
Hidup manusia dipenuhi oleh keinginan (naluri). Manusia dapat mengembangkan hajat hidupnya (kebutuhannya) melebihi binatang dengan tujuan hidup bahagia, aman, dan sejahtera.
Kejadian hidup manusia modern sekarang ini :
-          Dengan akal dan nafsu menusia berusaha mencapai tujuan-tujuan hidupnya, akibatnya melahirkan berbagai isme (paham) dalam bidang politik, ekonomi, sosial, dan budaya.
-          Akibat berbagai isme (paham), lahirlah paham kapitalisme, individualism, egoisme (mementingkan diri sendiri), dan edolisme (mengharamkan imbalan).
-          Kemajuan IPTEK yang gersang dengan nilai agama menjadi kenyataan sekarang ini yang menimbulkan bencana, seperti bencana kehormatan, harta dan jiwa (Q.S Ar-Rumm Ayat 41).
Manusia memerlukan agama agama karena :
a.       Manusia adalah makhluk rohani.
b.      Manusia makhluk yang bertuhan.
c.       Manusia memahami hajat hidupnya (di dunia dan di akhirat).
d.      Nilai kehidupan manusia yang paling berkualitas dibandingkan dengan makhluk yang lain.
e.       Manusia mendapatkan kesempurnaan hidup.
f.       Hidup manusia harus dipertanggung jawabkan dihadapan Allah SWT.
g.      Manusia lebih sempurna dengan bantuan agama.
h.      Manusia adalah hamba dan khalifah di muka bumi.

DALIL WASIAT


Dalam Al-Quran, Allah swt berfirman:
............مِنْ بَعْدِ وَصِيَّةٍ يُوصِي بِهَا أَوْ دَيْنٍ ............
“(Pembahagian itu) ialah sesudah diselesaikan wasiat oleh simati dan sesudah dibayarkan hutangnya.” (QS An-Nisa': 11) 
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا شَهَادَةُ بَيْنِكُمْ إِذَا حَضَرَ أَحَدَكُمُ الْمَوْتُ حِينَ الْوَصِيَّةِ اثْنَانِ ذَوَا عَدْلٍ مِنْكُمْ أَوْ آخَرَانِ مِنْ غَيْرِكُمْ إِنْ أَنْتُمْ ضَرَبْتُمْ فِي الْأَرْضِ فَأَصَابَتْكُمْ مُصِيبَةُ الْمَوْتِ ...
“Hai  orang-orang  yang  beriman,  apabila  salah  seorang  kamu  menghadapi  kamatian, sedang dia akan berwasiat, maka hendaklah (wasiat itu) disaksikan oleh dua orang yang adil di antara kamu atau dua orang yang berlainan agama dengan kamu[1], jika kamu dalam perjalanan di muka bumi lalu kamu ditimpa bahaya kematian” (QS al-Maidah : 106)
Terdapat juga hadis-hadis yang menganjurkan seseorang itu membuat wasiat. Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Ibn Umar bahwa Rasulullah saw bersabda yang bermaksud:
“Seseorang Muslim yang mempunyai sesuatu yang boleh diwasiatkan tidak sepatutnya tidur dua malam berturut-turut melainkan dia menulis wasiat disisinya.” (Muttafaqun ’alaih: Fathul Bari V: 355 no: 2738, Muslim III: 1249 no: 1627, ’Aunul Ma’bud VIII: 63 no: 2845, Tirmidzi II: 224 no: 981, Ibnu Majah II: 901 no: 2699 dan Nasa’i VI: 238).
Hadis ini menyebut kalimah 'tidak sepatutnya' menunjukkan bahawa langkah persediaan perlu diambil oleh setiap seorang Muslim dengan menulis wasiatnya kerana dia tidak mengetahui bila ajalnya akan tiba. Kemungkinan kelalaiannya akan mengakibatkan segala hajatnya tergendala dan tidak terlaksana.
Dalam  hadis  lain,  Rasulullah  saw  bersabda yang bermaksud:
“Orang yang malang ialah orang yang tidak sempat berwasiat”.(HR Ibnu Majah)
Dalam hadis yang lain, Rasulullah saw  bersabda yang bermaksud:
"Barang siapa mati dengan melakukan wasiat, maka matinya adalah pada jalan Ilahi dan menurut Sunnah, mati dalam keadaan bertakwa dan (mengucapkan) Syahadah, mati dengan mendapat ampunan." (HR Ibn Majah).

Nasab Muhammad rasulullah shallallahu alaihi wa sallam

      Abu Muhammad Abdul Malik bin Hisyam berkata, "inilah sirah Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam, Muhammad bin Abdullah bin Abd...