Kamis, 01 Februari 2018

HAKIKAT FISIKA

Apa itu Fisika ?





Awal mula adanya ilmu fisika yakni pada berbagai macam pertanyaan yang timbul dalam benak manusia mengenai segala apa yang ada dan terjadi di alam yang membuat manusia melakukan berbagai upaya guna mencari jawabannya.
Sebagaimana Isaac Newton yang berangkat dari rasa penasaran dan keingintahuan yang besar, dimana pada suatu hari Newton melihat apel yang jatuh. Dengan pengamatan lebih jauh dan berbagai pengukuran maka Newton mengambil kesimpulan bahwa ada sesuatu kekuatan yang menarik apel tersebut jatuh ke bawah. Kekuatan itu yang kita kenal sekarang dengan nama gravitasi.
Fisika mengkaji benda-benda di alam secara fisik dan merumuskannya secara matematis melalui pengukuran secara kuantitatif. Fisika ialah cabang ilmu pengetahuan alam yang mempelajari gejala alam secara keseluruhan seperti materi, energi, dan fenomena alam.
                           
                     Hakikat Fisika itu bagaimana yaa ?
Alam dengan segala keseimbangannya tentu diciptakan oleh sang Pencipta. Dimana manusia diperintahkan untuk melihat alam secara jeli dalam artian menyuruh kita mengamati, meneliti bahkan melakukan eksperimen untuk penyelidikan para ilmuwan guna membuktikan suatu teori atau untuk menciptakan teori baru.

Seperti Thomas alva edison penemu lampu yang melakukan eksperimen secara berulang-ulang. Ketika ia sedang berusaha keras dalam menemukan komponen yang tepat untuk bohlamnya, Edison sangat penasaran sampai mencoba 60.000 kali percobaan dengan material yang berbeda-beda hingga eksperimennya berhasil.

Dari hasil penyelidikan yang dilakukan oleh para ilmuwan maka diperoleh kumpulan pengetahuan. yang mempelajari sifat dan gejala alam yang kesemuanya itu memerlukan proses mental dan sikap yang berasal dari pemikiran sebagai jalan berpikir yang kreatif dan berkreasi. Jalan berpikir para ilmuwan diiringi dengan sikap-sikap ilmiah seperti jujur, rasa ingin tahu, bertanggung jawab, disiplin dan sebagainya. 

METODE ILMIAH

  •  Pengertian Metode Ilmiah

Metode ilmiah atau proses ilmiah adalah proses keilmuan untuk memperoleh pengetahuan secara sistematis berdasarkan bukti fisis
  • Langkah-langkah metode ilmiah

1.      Observasi awal
Observasi awal dilakukan dengan mencari atau memilih masalah yang akan diteliti. Masalah dapat diwujudkan melalui tindakan sengaja maupun tindakan tidak disengaja.
2.      Perumusan masalah
Perumusan masalah bertujuan untuk memperjelas batasan masalah yang akan diselesaikan. Perumusan masalah dapat dituliskan dalam kalimat tanya. Tindakan ini bertujuan agar penelitian lebih terarah dan memperoleh hasil optimal. Ketentuan-ketentuan dalam mengajukan dalam mengajukan pernytaan adalah sebagai berikut:
a.       Pertanyaan harus dinyatakn jelas
b.      Pertanyaan tidak menimbulkan penafsiran ganda
c.       Rumusan masalah ditanyakan dalam kalimat tanya, yaitu apa, siapa, kapan, di mana, dan bagaimana.
3.      Pengumpulan informasi
Pengumpulan informasi bertujuan untuk memperoleh pengetahuan dan informasi baik berupa teori, konsep, maupun hasil penelitian yang sesuai dengan masalah yang diteliti.
4.      Pengajuan hipotesis
Hipotesis merupakan jawaban sementara dari permasalahan yang diajukan. Hipotesis bersifat teoritis sehingga perlu diuji kebenarannya.
5.      Melakukan eksperimen
Hipotesis diuji kenenarannya melalui eksperimen. Dalam eksperimen perlu adanya beberapa variabel. Variabel-variabel tersebut antara lain :
a.       Variabel bebas adalah variabel yang dapat diubah secara bebas oleh penelitian.
b.      Variabel terikat adalah variabel yang diteliti, perbuhannya bergantung pada variabel bebas
c.       Variabel kontrol adalah variabel yang selama eksperimen tetap dipertahankan.
6. Analisis data
Data diperoleh dari hasil eksperimen. Data dari hasil eksperimen dibedakan menjadi dua jenis, yaitu :
a.       Data kualitatif yaitu data yang tidak disajikan dalam bentuk angka tetapi dalam bentuk deskripsi
b.      Data kuantitatif yaitu data yang disajikan dalam bentuk angka. Data kuantitatif diolah dalam bentuk tabel, grafik, atau diagram supaya mudah dipahami orang lain.
7.      Pengambilan kesimpulan
Kesimpulan haruslah mengacu dari hasil eksperimen. Terdapat dua kemungkinan hasil kesimpulan yaitu hipotesisi diterima dan kemungkinan hipotesis ditolak.

Nasab Muhammad rasulullah shallallahu alaihi wa sallam

      Abu Muhammad Abdul Malik bin Hisyam berkata, "inilah sirah Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam, Muhammad bin Abdullah bin Abd...