Sabtu, 27 April 2013

PERBEDAAN PERKEMBANGAN ILMU FISIKA ZAMAN PRASEJARAH


1.      Richtmeyer (1955M)

Ø  Periode Pertama (zaman pra sejarah-1550M)
Belum ada penelitian yang sistematis
Penemuan:
~ (2400000SM-599SM) à Astronomi: kalender mesir, jam matahari, prediksi gerhana, jam matahari, catalog bintang. Teknologi: peleburan logam, pembuatan roda, pyramid, standar berat, pengukuran, mata uang.
~ (600SM-530M) à Astronomi: pengamatan gerak benda langit, jarak, dan ukuran benda langit. Sains fisik: hipotesis Democritus, katrol, hukum hidrostatika.
~(530M-1450M) à Astronomi: Almagest (Pltolomeus). Sains fisik: gerak benda (Aristoteles), magnet, optic, ilmu kimia.
~ (1450M-1550M) à Astronomi: Heliosentris (Copernicus).
Ø  Periode Kedua (1550M-1800M)
Mulai dikembangkan metode penelitian Penemuan:
~ Teori gerak planet, hukum gerak (Newton), persamaan Bernoulli, teori kinetic gas, vibrasi transversal dari batang, kekekalan momentum sudut, persamaan Lagrange, thermometer, asas Black, calorimeter, aberasi dan pengukuran kelajuan cahaya, klasifikasi konduktor dan non konduktor, penemuan elektroskop, pengembangan teori arus listrik.
Ø  Periode Ketiga (1800M-1890M)
Dasar fisika klasik.
Penemuan:
~Persamaan Hamiltonian, persamaan gerak benda tegar, teori elastisitas, hidrodinamika, hukum Termodinamika, teori kinetic gas, hukum Ohm, hukum Faraday, teori Maxwell, teori gelombang cahaya, prinsip interferensi, difraksi, dll.
Ø  Periode Keempat (1890M-sekarang)
Dasar fisika modern.
Penemuan:
~ Teori relativitas (Einstein), teori kuantum (Planc dan Bohr yang kemudian dikembangkan Schrodinger, Pauli, Heissenberg, dll)

2.      Boer Jacob (1968M)
Ø  Periode 1 (zaman purba-1500M)
~         Belum adanya eksperimen yang sistematis.
~         Hasil perkembangan pengetahuan fisika kurang memuaskan.
~         Sifatnya spekulasi dan metafisik.
~         Eksperimen tidak sistematis dan jauh dari ketelitian.
Ø  Periode 2 (1550M-1800M)
~         Perkembangan fisika berdasarkan eksperimen.
~         Tokoh yang berperan: Galileo, Newton, Huygens, Boyle, dll.
~         Prinsip yang berkembang: “Ilmu dapat dikembangkan dan dimajukan sesuai dengan teorinya yang berdasarkan eksperimen, diterima atau ditolak apabila teori sesuai atau berlawanan dengan eksperimen yang diperlukan untuk menguji teori tersebut.”
Ø  Periode 3 (1800M-1890M)
~         Berkembangnya fisika klasik.
~        Penelitian dialihkan untuk memperbaiki validitas alat ukur dan pengukuran.
~         Tokoh yang berperan: Count Rumfort, Joule, Young, Faraday, dll.
~         Banyak teknologi hasil fisika dipakai dalam kegiatan industry.
Ø  Periode 4 (1887M-1925M)
~         Teori klasik semi modern, teori kuantum masih terkait fisika klasik.
~         Adanya fenomena mikroskopik.
~         Ditemukan efek fotolistrik (1887), sinar-X (1895), radioaktivitas (1896), electron (1900).
Ø  Periode 5 (1925M-sekarang)
~         Fenomena mikroskopis revolusioner, dibuat teori baru yang tidak terkait fisika klasik.
~         Tokoh yang berperan: de Broglie, Heissenbergh, Schrodinger, Davisson, Gerner, Thompson, Dirac, Tomonaga, dll.
~         Ditemukan prinsip mekanika matriks (Heissenberg), mekanika gelombang (Schrodinger), mekanika gabungan keduanya (Dirac-Tomonaga).

      Periodisasi Perkembangan Ilmu Pengetahuan
Ø  Zaman Pra-Yunani Kuno
Ø  Zaman Yunani Kuno
Ø  Zaman Romawi
Ø  Zaman Pertengahan
Ø  Zaman Renaisance
Ø  Zaman Modern
Ø  Zaman Kontemporer

      Bukti adanya teknologi pada zaman pra sejarah:
Ø  Baterai elektrik (Baghdad) yang berusia 2000 tahun.
Ø  Sebuah Kuil (New Delhi, India) dengan pilar yang sangat kuat.
Ø  Kuburan manusia yang berusia 40.000 tahun dengan bekas tembakan peluru.
Ø  Sebuah model pesawat kecil yang terbuat dari emas (Amerika Tengah)
Ø Ratusan artifak dan gambaran kuno yang menunjukkan adanya teknologi modern pada zaman dahulu.

Ø  Persamaan Periode Sejarah Fisika Menurut Richtmeyer dan Boer Jacob  
    Periode 1 sampai dengan 3 mempunyai kesamaan paradigma berfikir yang dijabarkan dalam penjelasan dibawah:
    - Periode 1 (… sd 1550 M)
ü
Dari periode zaman purba sampai dengan 1500 M mempunyai kesamaan paradigma yaitu sifatnya tidak sistematis dan jauh dari ketelitian, spekulatif dan metafisik. Pengetahuan yang telah dibangun mencangkup astronomi yang dihubungkan dengan astrologi, matematika, teknologi sederhana.
   -  Periode 2 (1550M-1800M)
ü
Dimulai ketika galileo sebagai pencetus metode ilmiah dimana ilmu dikembangkan berdasarkan pengamatan dan percobaan. Pengembangan sains dititikberatkan pada teori baru gerak planet oleh Newton yang meneruskan kerja Galileo terutama dalam bidang mekanika menghasilkan hukum-hukum gerak yang sampai sekarang masih dipakai, Fisika Panas, Gelombang Cahaya, dan Kelistrikan.
  -  Periode 3 (1800M – 1890M)
ü
Dimulai dari tahun 1800an sampai 1890an. Kesamaan menurut keduanya bahwa pada periode ini diformulasikan konsep-konsep fisika yang mendasar yang sekarang kita kenal dengan sebutan Fisika Klasik. Dalam periode ini Fisika berkembang dengan pesat terutama dalam mendapatkan formulasi-formulasi umum dalam Mekanika, Fisika Panas, Listrik-Magnet dan Gelombang, yang masih terpakai sampai saat ini.

Perbedaan Periode Sejarah Fisika Menurut Richtmeyer dan Boer Jacob  
        Jacob menjelaskan di periode tahun 1890 sd sekarang dibagi ke dalam 2 periode lagi yaitu 1890M sd 1925M kemudian 1925M sd sekarang. Dia membagi periode tersebut menjadi dua bagian karena
         1. Fenomena fisika modern yang berkembang masih terikat dengan fisika klasik.
         2. Perkembangan fisika modern di zaman ini kurang begitu pesat pada saat ini.
        Richtmeyr tidak membagi kedalam 2 periode dalam perkembangan tersebut karena dinilai keduanya sudah termasuk kedalam era fisika modern.
 Disisi lain penjelasan Richtmeyer berdasarkan buku Introduction to Modern Physics, pada periode awal (… sd 1550M), justru dia membagi nya kedalam 4 sub periode:
• 2400000 SM - 599 SM: Di bidang astronomi sudah dihasilkan Kalender Mesir
• 600 SM – 530 M: Perkembangan ilmu dan teknologi sangat terkait dengan perkembangan matematika.
• 530 M – 1450 M: Mundurnya tradisi sains di Eropa dan pesatnya perkembangan sains di Timur Tengah.
• 1450 M- 1550: Ada publikasi teori heliosentris dari Copernicus yang menjadi titik penting dalam revolusi saintifik.

Rabu, 18 April 2012

KETERAMPILAN BERTANYA (DASAR DAN LANJUTAN)


I. Pengertian Dan Rasional
Dalam PBM tujuan pertanyaan yang dijukan guru ialah agar siswa belajar yaitu memperoleh pengetahuan dan meningkatkan kemampuan berpikir, baik berupa kalimat Tanya atau suruhan yang menuntut respon siswa.

Dalam PBM umumnya guru mengajukan pertanyaan kepada siswanya cara yang digunakan mempunyai pengaruh dalam pencapaian hasil belajar sehingga ketrampilan bertanya dibedakan atas : ketrampilan bertanya dasar, mempunyai beberapa komponen yang perlu diterapkan dalam mengajukan segala jenis pertanyaan, sedangkan ketrampilan bertanya lanjut : lanjutan dari bertanya dasar yang mengutamakan usaha pengembangan kemampuan berfikir siswa.
A.    Tujuan Bertanya Akan Dicapai
Ø  Membangkitkan minat dan rasa ingin tahu terhadap pokok bahasan
Ø  Memusatkan perhatian
Ø  Mendiaknosis kegiatan khusus yang menghambat siswa belajar
Ø  Mengembangkan SCL (Studen Center Learning)
B.     Hal Yang Perlu Diperhatikan
1. Kehangatan Dan Keantusiasan
Baik pada waktu mengajukan pertanyaan maupun menerima jawaban siswa, sikap dan gaya guru suara, ekpresi wajah, gerakan badan, dan sebagainya. Menampilkan ada tidaknya kehangatan.
2. Kebiasaan Yang Harus Dihindari
a.      Mengulangi Pertanyaan Sendiri
            Contoh : Sebelum siswa dapat berpikir maksimal terhadap pertanyaan guru
                           mengulangi pertanyaan kembali akibatnya siswa tidak konsentrasi.
b.      Mengulangi Jawaban Siswa
  Menyebabkan waktu terbuang, siswa tidak mendengar jawaban dari temanya    yang lain karena guru akan mengulanginya.
c.  Mejawab Pertanyaan Sendiri
 Pertanyaan dijawab guru sebelum siswa mendapatkan kesempatan cukup untuk   memikirkan jawabanya sehingga anak beranggapan tidak perlu memikirkan jawabanya karena guru akan memikirkan jawabanya.
d.      Pertanyaan Yang Memancing Jawaban Serentak
Contoh : Apa ibu kota RI?
Akibatnya guru tidak dapat mengetahui dengan pasti siapa yang benar dan  menutut kemungkinan terjadi interaksi selanjutnya.
e.  Pertanyaan Ganda
Contoh : Siapa pemimpin orang belanda yang pertama datang ke Indonesia,
              mengapa mereka datang, dan apa akibat mereka itu bagi bangsa Indonesia.
Hal ini akan mematahkan semangat siswa yang hanya sanggup menyelesaikan satu dari semua tugas itu.
f.  Menentukan siswa tertentu untuk menjawabnya. Akibatnya anak yang   tidak ditunjuk tidak memikirkan jawabanya.


II.    KOMPONEN KETRAMPILAN BERTANYA
  1. Pengungkapan pertanyaan yang jelas dan singkat
  2. Pemberian acuan
Contoh : Kita telah mengetahui bahwa erosi tanah dapat disebabkan oleh air dan angin terutama jika tanah itu gundul, tanah yang bagaimana lagi yang mudah terjadi erosi tanah oleh air.
  1. Pemusatan
  2. Pemindahan giliran
  3. Penyebaran (ada perbedaan)
Antara pemindahan giliran : beberapa siswa bergilir diminta menjawab pertanyaan yang sama.
Penyebaran : beberapa pertanyaan yang berbeda disebarkan giliranya kepada siswa yang bertanda.
  1. Pemberian waktu erfikir
  2. Pemberian tuntunan
Ø  Mengungkapkan sekali lagi pertanyaan dengan cara lain yang lebih sederhana.
Ø  Mengajukan pertanyaan yang lebih sederhana
Ø  Mengulangi penjelasan sebelumnya yang berhubungan pertanyaan.

III.  KOMPONEN KETRAMPILAN BERTANYA LANJUTAN
a.       Pengubahan tuntutan tingkat kognitif dalam menjawab pertanyaan
Pertanyaan yang dikemukakan guru dapat mengandung proses mental yang berbeda-beda, dari proses mental yg rendah sampai proses mentl yang tinggi.Oleh karena itu, guru dalam mengajukan pertanyaan hendaknya berusaha mengubah tuntutan tingkat kognitif dalam menjawab pertanyaan dari tingkat mengikat kembali fakta-fakta ke bebagai tingkat kognitif lainnya yg lebih tinggi seperti pemahaman, penerapan, analisis, sintesis dan evaluasi.
b.      Pengaturan urutan pertanyaan
Untuk mengembkan tingkatkognitif dari yg sifatnya rendah ke yang lebih tinggi dan kompleks, guru hendaknya dapat mengatur urutan pertanyaan ygdiajukan kepada siswa dari tingkat mengingat, kemudian pertanyaaan pemahaman, penerapan, analisis, sintesis, dan evaluasi. Usahkan agar jangan memberikan pertanyaan yg tidak menentu atau yg bolak-balik, misalnya sudah sampai kepada pertnyaan aanalisis, kembali  lagi kepada pertanyaan ingatan, dan kemudian melonjak pada pertanyaan evaluaasi. Hal ini akan menimbulkan kebingungan pada siswa dan partisipasi siswa dalamg mengikuti pelajaran dapat menurun
c.       Penggunaan pertanyaan pecak
Jika pertanyaan yg diberikan oleh siswa dinilai benaar oleh guru, tetapi masih dapat ditingkatkan menjadi lebih sempurna, guru dapata mengajukan pertanyan-pertanyaan pelcak kepada sisiwa tersebut. Beberapa teknik pertanyaan pelacak yg dapat digunkan :
    1. klasifikasi: jika siswa menjawab dengan kalimat yg kurang tepat, guru dapat memberikan pertanyaan pelacak yg meminta siswa tersebut untuk menjelaskan dengan kata-kata lain shg jawaban siswa menjadi lebih baik
    2. meminta siswa memberikan alasan (argumentasi) yg dapatmenunjang kebenaran pandangannya dalam menjawab peranyaan guru
    3. meminta kesempatan pandangan; guru dpat memberikan kesempatan kepada siswa lainnya untuk menyatakan persetujuan atau penolkandisertai alas an terhadap jawaban rekannya, agar diperoleh pandangan yg dapata diterima oleh semua pihak
    4. meminta kesempatan jawaban; guru dapat meminta siswa untuk meninjau kembali jawaban yg diberikannya biladianggap kurtepat
    5. meminta jawaban yg lebih relevan; bila jawaban siswa kurang relevan, guru dapat meminta jawaban yg benar dan relevan dari siswa tersebut
    6. meminta contoh
    7. meminta jawaban yg lebih kompleks
d.      Peningkatan terjadinya interaksi













Minggu, 29 Januari 2012

Model Pembelajaran Kooperatif (Cooperatif Learning) CL

1.      Landasan Teori

§  Model pembelajaran ini dikemukakan Vygotsky
§  Model koperatip efektif untuk membantu siswa memahami konsep yang sulit dengan cara belajar dalam bentuk kelompok kecil yang anggotanya memiliki tingkat kemampuan berbeda.

2.      Sintak CL

 F1. Pendahuluan
  1. Menuliskan judul materi pokok
  2. Menyampaikan KD dan Indikator
  3. Memotivasi siswa
  4. Menyampaikan prasarat ilmu pengetahuan 

F2 s/d F5 Kegiatan Inti

F2.   Menyajikan Informasi
1.      Diskusikan/demonstrasikan tentang teori/manfaat materi yang akan dipelajari
F3.   Pengorganisasian siswa
1.      Membentuk kelompok belajar
2.      Menyampaikan isu/permasalahan yang akan dibahas
3.      Membagikan lks dan alat bahan yang diperlukan

F4.   Membimbing Bekerja/Belajar
1.      Membimbing siswa kerja kelompok sesuai lks/petunjuk guru

F5.   Evaluasi Kegiatan
1.      Masing-masing kelompok mempresentasikan hasil kerja kelompok
2.      Membuat rangkuman 

Macam macam model pembelajaran Coperatip learning

1.      Jigsaw
Model pembelajaran koperatif dengan cara pembagian kelompok berdasarkan
penguasaan materi/para ahli dengan anggota kelompok 5 sampai 6 orang atau jumlah anggota kelompok disesuaikan dengan jumlah/banyak nya permasalahan/sub pokok bahasan yang akan dipelajari
Urutan Kegiatan : 
1.      Membagi kelompok inti yang anggotanya sebanyak permasalahan/sub pokok bahasan yang akan dipelajari.

2.      Masing-masing anggota kelompok diberi tugas mempelajari permasalahan/sub pokok bahasan yang menjadi tanggung jawab nya yang selanjutnya dianggap siswa ahli di bidang tersebut. 

3.      Masing-masing siswa yang dijadikan orang ahli dari tiap kelompok nya membentuk kelompok baru sesuai keahlian mereka masing-masing.

4.      Masing-masing kelompok ahli berdiskusi mempelajari permasalahan/membahas sub pokok bahasan yang menjadi tanggung jawab nya sampai tuntas dengan bimbingan guru.

5.      Setelah diskusi kelompok ahli selesai masing-masing anggota kelompok ahli kembali ke kelompok asal (kelompok inti).

6.      Di kelompok inti para siswa ahli berdiskusi saling tukar pengalaman/pengetahuan dengan sesama anggota kelompk inti saat berdiskusi, mereka secara bergantian mengajari teman satu kelompoknya tentang permasalahan dan sub pokok bahasan yang telah ditugaskan, kemudian masing-masing anggota kelompok inti secara individu membuat kesimpulan secara tertulis.

7.      Diskusi kelas.

8.      Pemberian kuis dan penguatan. 

   
2.      Berpikir Berpasangan Berbagi (B3)
(Thingking Pairing Sharing) TPS/Frank Lyman

1.      Thingking (berpikir)
§  Guru mengajukan pertanyaan/tugas, siswa diminta memikirkan/menjawab secara tertulis

2.      Pairing (berpasangan)
§  Jawaban masing-masing didiskusikan secara berpasangan dengan teman sebangku




3.      Sharing (berbagi)
§  Diskusi kelompok 4 s/d 5 orang dengan bangku/meja berdekatan membahas masalah yang telah didiskusikan secara berpasangan
§  Diskusi kelas
4.      Membuat kesimpulan

3.      Penomoran Berpikir Bersama (PBB)
      Numbered Head Together (NHT)

1.      Penomoran
§  Membagi kelompok dengan anggota 3 s/d 5 orang lalu tiap anggota diberi nomor 1 s/d 5

2.      Mengajukan Pertanyaan
§  Guru mengajukan pertanyaan berpariasi
§  Siswa mendiskusikan pertanyaan perkelompok

3.      Menjawab
§  Guru memanggil nomor
§  Siswa yang nomornya dipanggil angkat tangan
§  Siswa yang angkat tangan menjawab pertanyaan secara bergantian untuk kelas

Nasab Muhammad rasulullah shallallahu alaihi wa sallam

      Abu Muhammad Abdul Malik bin Hisyam berkata, "inilah sirah Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam, Muhammad bin Abdullah bin Abd...