Selasa, 29 Oktober 2013

Ilmu Bumi dan Antariksa



Pertanyaan ke-1 :
Mengutip dari teori keadaan tetap bahwa “tiap-tiap galaksi terbentuk, tumbuh menjadi tua dan akhirnya mati pada saat bintang-bintang mendukung galaksi itu berevolusi mencapai keadaan bayang putih (katai putih). “ pertanyaannya, apakah ada perindukan di alam semesta ini? Dan kapan suatu galaksi di katakana mati?
Jawaban :  di alam semesta ini sama sekali tidak ada perindukan, akan tetapi perlu kita ketahui bahwa bintang dan planet terbentuk melalui pemadatan gas dan debu di angkasa yang disebut “nebula”. Karenanya, nebula, sumber dari benda-benda angkasa, memiliki peran terpenting di alam semesta. Nebula tidak memiliki cahaya sebagaimana bintang-bintang. Sehingga sangat sulit untuk melihatnya. Mereka terlihat hanya jika gas didalamnya keluar memancarkan cahaya atau jika mereka memantulkan cahaya bintang. Kita juga dapat melhatnya ketika mereka melewati suatu sumber cahaya.
Bintang memancarkan panas, cahaya, dan energi. Selain dari bintang-bintang berukuran kecil, terdapat pula bintang yang berukuran sangat besar. Ternyata matahari bukanlah sebuah bintang besar; masih banyak sekali bintang yang lebih besar darinya.
Adapun argumen yang mengatakan bahwa ”bintang pula memiliki jangka hidup”, bukan berari bintang adalah mahkluk hidup, akan tetapi ia seperti makhluk hidup yang dilahirkan, hidup, dan kemudian mati.
Telah kita ketahui, bintang-bintang terlahir di dalam nebula. Kehidupan sebuah bintang besar seringkali berakhir dengan sebuah ledakan dahsyat, bahan penyusunnya berhamburan ke segala arah. Dari serpihan-serpihan itu, akan muncul bagian-bagian yang akan membentuk bintang atau planet yang lebih kecil. Matahari dan planet-planet di dalam Tata Surya termasuk bumi kita terbentuk setelah adanya ledakan dahsyat sebuah bintang raksasa di masa lalu. Dan bintang dikatakan mati apabila ia cahayanya telah habis dan kemudian ia akan menjadi sebuah lubang hitam
Pertanyaan ke- 2 :
Dari beberapa teori yang di jelaskan menegenai terjadinya alam semesta, menurut kelompok anda teori manakah yang paling mendekati kebenaran atas terjadinya alam semesta?
Jawaban : Menurut kelompok kami, teori yang paling mendekati kebenaran atas terjadinya alam semesta yaitu teori ledakan besar atau dikenal sebagai teori ledakan Big Bang, berdasar kepada Al-Qur’an Surah Al-Anbiyaa’: 30 :
 Artinya : Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya. Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tiada juga beriman?
Mari kita cermati ayat tersebut:
Ø  Kata “langit” meliputi seluruh penjuru langit, termasuk ruang angkasa.
Ø  Pernyataan “langit dan bumi itu dahulunya adalah sesuatu yang padu” menggambarkan segala sesuatu di alam semesta ini dahulunya bersatu padu.

Akhirnya, pernyataan ”kemudian Kami pisahkan antara keduanya” menjelaskan bahwa alam semesta menjadi berkeping-keping dengan adanya suatu ledakan.
Contoh ini membuktikan dua fakta penting:
ØAlqur’an adalah kitab suci yang diturunkan oleh Allah.
ØBerita yang diberikan oleh Alqur’an adalah yang paling benar. Karena Allah, Yang menciptakan alam semesta ini menurunkan Alqur’an, sedangkan Allah yang paling tahu apa yang telah Dia ciptakan.
Jadi, jelas sekali terlihat bahwa dari penjabaran ini dapat kita simpulkan bahwa teori yang hampir mencapai kebenaran dan bahkan benar adalah teori Ledakan besar atau Teori Ledakan Big Bang.
Pertanyaan ke-3:
Mengapa Venus dan Uranus gerakannya searah dengan jarum jam, sedangkan pelanet-pelanet yang lain tidak searah dengan jarum jam?
Jawaban : Dugaannya adalah bahwa ada benda besar (seukuran mars) yang pernah menabrak venus hingga menyebabkan planet ini terbalik. jadi awalnya, arah rotasi venus sama seperti bumi dan planet lainnya. tetapi akibat tabrakan itu ia jadi terbalik (kutub utaranya jadi "ke bawah"). hal ini sama dengan dugaan alasan kenapa uranus kutub rotasinya bersudut 90 derajat dari bidang revolusinya. Benda yang menabrak itu juga menyebabkan rotasi venus menjadi sangat lambat. periode rotasinya 243 hari sedangkan periode revolusinya 224 hari. Jika dilihat dari atas kutub utara matahari, semua planet yang mengorbit dalam arah berlawanan arah jarum jam, tetapi sementara kebanyakan bintang juga memutar berlawanan arah jarum jam, Venus berputar searah jarum jam dalam rotasi "retrograde". Periode rotasi Venus ini disebabkan oleh equilibrium state dengan pasang surut gravitasi oleh matahari yang cenderung memperlambat laju rotasi, dan pasang surut atmosfer yang diciptakan oleh pemanasan matahari dari atmosfer Venus yang tebal. Begitu pula dengan pelanet Uranus.


Sabtu, 31 Agustus 2013

Struktur Kejadian Manusia


Manusia adalah makhluk yang sempurna dibandingkan dengan makhluk lainnya. Bangunan manusia terbagi dua, yaitu :
-          Jasmani yang meliputi : tulang, daging, dan kulit.
-          Rohani yang meliputi : qolbu (hati), akal, dan nafsu. Nafsu dibedakan menjadi dua, yaitu nafsu amarah : tidak bisa dikendalikan dan nafsu mutmainnah : bisa dikendalikan.
Hidup manusia dipenuhi oleh keinginan (naluri). Manusia dapat mengembangkan hajat hidupnya (kebutuhannya) melebihi binatang dengan tujuan hidup bahagia, aman, dan sejahtera.
Kejadian hidup manusia modern sekarang ini :
-          Dengan akal dan nafsu menusia berusaha mencapai tujuan-tujuan hidupnya, akibatnya melahirkan berbagai isme (paham) dalam bidang politik, ekonomi, sosial, dan budaya.
-          Akibat berbagai isme (paham), lahirlah paham kapitalisme, individualism, egoisme (mementingkan diri sendiri), dan edolisme (mengharamkan imbalan).
-          Kemajuan IPTEK yang gersang dengan nilai agama menjadi kenyataan sekarang ini yang menimbulkan bencana, seperti bencana kehormatan, harta dan jiwa (Q.S Ar-Rumm Ayat 41).
Manusia memerlukan agama agama karena :
a.       Manusia adalah makhluk rohani.
b.      Manusia makhluk yang bertuhan.
c.       Manusia memahami hajat hidupnya (di dunia dan di akhirat).
d.      Nilai kehidupan manusia yang paling berkualitas dibandingkan dengan makhluk yang lain.
e.       Manusia mendapatkan kesempurnaan hidup.
f.       Hidup manusia harus dipertanggung jawabkan dihadapan Allah SWT.
g.      Manusia lebih sempurna dengan bantuan agama.
h.      Manusia adalah hamba dan khalifah di muka bumi.

DALIL WASIAT


Dalam Al-Quran, Allah swt berfirman:
............مِنْ بَعْدِ وَصِيَّةٍ يُوصِي بِهَا أَوْ دَيْنٍ ............
(Pembahagian itu) ialah sesudah diselesaikan wasiat oleh simati dan sesudah dibayarkan hutangnya.” (QS An-Nisa': 11) 
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا شَهَادَةُ بَيْنِكُمْ إِذَا حَضَرَ أَحَدَكُمُ الْمَوْتُ حِينَ الْوَصِيَّةِ اثْنَانِ ذَوَا عَدْلٍ مِنْكُمْ أَوْ آخَرَانِ مِنْ غَيْرِكُمْ إِنْ أَنْتُمْ ضَرَبْتُمْ فِي الْأَرْضِ فَأَصَابَتْكُمْ مُصِيبَةُ الْمَوْتِ ...
Hai  orang-orang  yang  beriman,  apabila  salah  seorang  kamu  menghadapi  kamatian, sedang dia akan berwasiat, maka hendaklah (wasiat itu) disaksikan oleh dua orang yang adil di antara kamu atau dua orang yang berlainan agama dengan kamu[1], jika kamu dalam perjalanan di muka bumi lalu kamu ditimpa bahaya kematian” (QS al-Maidah : 106)
Terdapat juga hadis-hadis yang menganjurkan seseorang itu membuat wasiat. Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Ibn Umar bahwa Rasulullah saw bersabda yang bermaksud:
Seseorang Muslim yang mempunyai sesuatu yang boleh diwasiatkan tidak sepatutnya tidur dua malam berturut-turut melainkan dia menulis wasiat disisinya.” (Muttafaqun ’alaih: Fathul Bari V: 355 no: 2738, Muslim III: 1249 no: 1627, ’Aunul Ma’bud VIII: 63 no: 2845, Tirmidzi II: 224 no: 981, Ibnu Majah II: 901 no: 2699 dan Nasa’i VI: 238).
Hadis ini menyebut kalimah 'tidak sepatutnya' menunjukkan bahawa langkah persediaan perlu diambil oleh setiap seorang Muslim dengan menulis wasiatnya kerana dia tidak mengetahui bila ajalnya akan tiba. Kemungkinan kelalaiannya akan mengakibatkan segala hajatnya tergendala dan tidak terlaksana.
Dalam  hadis  lain,  Rasulullah  saw  bersabda yang bermaksud:
“Orang yang malang ialah orang yang tidak sempat berwasiat”.(HR Ibnu Majah)
Dalam hadis yang lain, Rasulullah saw  bersabda yang bermaksud:
"Barang siapa mati dengan melakukan wasiat, maka matinya adalah pada jalan Ilahi dan menurut Sunnah, mati dalam keadaan bertakwa dan (mengucapkan) Syahadah, mati dengan mendapat ampunan." (HR Ibn Majah).

Sabtu, 27 April 2013

PERBEDAAN PERKEMBANGAN ILMU FISIKA ZAMAN PRASEJARAH


1.      Richtmeyer (1955M)

Ø  Periode Pertama (zaman pra sejarah-1550M)
Belum ada penelitian yang sistematis
Penemuan:
~ (2400000SM-599SM) à Astronomi: kalender mesir, jam matahari, prediksi gerhana, jam matahari, catalog bintang. Teknologi: peleburan logam, pembuatan roda, pyramid, standar berat, pengukuran, mata uang.
~ (600SM-530M) à Astronomi: pengamatan gerak benda langit, jarak, dan ukuran benda langit. Sains fisik: hipotesis Democritus, katrol, hukum hidrostatika.
~(530M-1450M) à Astronomi: Almagest (Pltolomeus). Sains fisik: gerak benda (Aristoteles), magnet, optic, ilmu kimia.
~ (1450M-1550M) à Astronomi: Heliosentris (Copernicus).
Ø  Periode Kedua (1550M-1800M)
Mulai dikembangkan metode penelitian Penemuan:
~ Teori gerak planet, hukum gerak (Newton), persamaan Bernoulli, teori kinetic gas, vibrasi transversal dari batang, kekekalan momentum sudut, persamaan Lagrange, thermometer, asas Black, calorimeter, aberasi dan pengukuran kelajuan cahaya, klasifikasi konduktor dan non konduktor, penemuan elektroskop, pengembangan teori arus listrik.
Ø  Periode Ketiga (1800M-1890M)
Dasar fisika klasik.
Penemuan:
~Persamaan Hamiltonian, persamaan gerak benda tegar, teori elastisitas, hidrodinamika, hukum Termodinamika, teori kinetic gas, hukum Ohm, hukum Faraday, teori Maxwell, teori gelombang cahaya, prinsip interferensi, difraksi, dll.
Ø  Periode Keempat (1890M-sekarang)
Dasar fisika modern.
Penemuan:
~ Teori relativitas (Einstein), teori kuantum (Planc dan Bohr yang kemudian dikembangkan Schrodinger, Pauli, Heissenberg, dll)

2.      Boer Jacob (1968M)
Ø  Periode 1 (zaman purba-1500M)
~         Belum adanya eksperimen yang sistematis.
~         Hasil perkembangan pengetahuan fisika kurang memuaskan.
~         Sifatnya spekulasi dan metafisik.
~         Eksperimen tidak sistematis dan jauh dari ketelitian.
Ø  Periode 2 (1550M-1800M)
~         Perkembangan fisika berdasarkan eksperimen.
~         Tokoh yang berperan: Galileo, Newton, Huygens, Boyle, dll.
~         Prinsip yang berkembang: “Ilmu dapat dikembangkan dan dimajukan sesuai dengan teorinya yang berdasarkan eksperimen, diterima atau ditolak apabila teori sesuai atau berlawanan dengan eksperimen yang diperlukan untuk menguji teori tersebut.”
Ø  Periode 3 (1800M-1890M)
~         Berkembangnya fisika klasik.
~        Penelitian dialihkan untuk memperbaiki validitas alat ukur dan pengukuran.
~         Tokoh yang berperan: Count Rumfort, Joule, Young, Faraday, dll.
~         Banyak teknologi hasil fisika dipakai dalam kegiatan industry.
Ø  Periode 4 (1887M-1925M)
~         Teori klasik semi modern, teori kuantum masih terkait fisika klasik.
~         Adanya fenomena mikroskopik.
~         Ditemukan efek fotolistrik (1887), sinar-X (1895), radioaktivitas (1896), electron (1900).
Ø  Periode 5 (1925M-sekarang)
~         Fenomena mikroskopis revolusioner, dibuat teori baru yang tidak terkait fisika klasik.
~         Tokoh yang berperan: de Broglie, Heissenbergh, Schrodinger, Davisson, Gerner, Thompson, Dirac, Tomonaga, dll.
~         Ditemukan prinsip mekanika matriks (Heissenberg), mekanika gelombang (Schrodinger), mekanika gabungan keduanya (Dirac-Tomonaga).

      Periodisasi Perkembangan Ilmu Pengetahuan
Ø  Zaman Pra-Yunani Kuno
Ø  Zaman Yunani Kuno
Ø  Zaman Romawi
Ø  Zaman Pertengahan
Ø  Zaman Renaisance
Ø  Zaman Modern
Ø  Zaman Kontemporer

      Bukti adanya teknologi pada zaman pra sejarah:
Ø  Baterai elektrik (Baghdad) yang berusia 2000 tahun.
Ø  Sebuah Kuil (New Delhi, India) dengan pilar yang sangat kuat.
Ø  Kuburan manusia yang berusia 40.000 tahun dengan bekas tembakan peluru.
Ø  Sebuah model pesawat kecil yang terbuat dari emas (Amerika Tengah)
Ø Ratusan artifak dan gambaran kuno yang menunjukkan adanya teknologi modern pada zaman dahulu.

Ø  Persamaan Periode Sejarah Fisika Menurut Richtmeyer dan Boer Jacob  
    Periode 1 sampai dengan 3 mempunyai kesamaan paradigma berfikir yang dijabarkan dalam penjelasan dibawah:
    - Periode 1 (… sd 1550 M)
ü
Dari periode zaman purba sampai dengan 1500 M mempunyai kesamaan paradigma yaitu sifatnya tidak sistematis dan jauh dari ketelitian, spekulatif dan metafisik. Pengetahuan yang telah dibangun mencangkup astronomi yang dihubungkan dengan astrologi, matematika, teknologi sederhana.
   -  Periode 2 (1550M-1800M)
ü
Dimulai ketika galileo sebagai pencetus metode ilmiah dimana ilmu dikembangkan berdasarkan pengamatan dan percobaan. Pengembangan sains dititikberatkan pada teori baru gerak planet oleh Newton yang meneruskan kerja Galileo terutama dalam bidang mekanika menghasilkan hukum-hukum gerak yang sampai sekarang masih dipakai, Fisika Panas, Gelombang Cahaya, dan Kelistrikan.
  -  Periode 3 (1800M – 1890M)
ü
Dimulai dari tahun 1800an sampai 1890an. Kesamaan menurut keduanya bahwa pada periode ini diformulasikan konsep-konsep fisika yang mendasar yang sekarang kita kenal dengan sebutan Fisika Klasik. Dalam periode ini Fisika berkembang dengan pesat terutama dalam mendapatkan formulasi-formulasi umum dalam Mekanika, Fisika Panas, Listrik-Magnet dan Gelombang, yang masih terpakai sampai saat ini.

Perbedaan Periode Sejarah Fisika Menurut Richtmeyer dan Boer Jacob  
        Jacob menjelaskan di periode tahun 1890 sd sekarang dibagi ke dalam 2 periode lagi yaitu 1890M sd 1925M kemudian 1925M sd sekarang. Dia membagi periode tersebut menjadi dua bagian karena
         1. Fenomena fisika modern yang berkembang masih terikat dengan fisika klasik.
         2. Perkembangan fisika modern di zaman ini kurang begitu pesat pada saat ini.
        Richtmeyr tidak membagi kedalam 2 periode dalam perkembangan tersebut karena dinilai keduanya sudah termasuk kedalam era fisika modern.
 Disisi lain penjelasan Richtmeyer berdasarkan buku Introduction to Modern Physics, pada periode awal (… sd 1550M), justru dia membagi nya kedalam 4 sub periode:
• 2400000 SM - 599 SM: Di bidang astronomi sudah dihasilkan Kalender Mesir
• 600 SM – 530 M: Perkembangan ilmu dan teknologi sangat terkait dengan perkembangan matematika.
• 530 M – 1450 M: Mundurnya tradisi sains di Eropa dan pesatnya perkembangan sains di Timur Tengah.
• 1450 M- 1550: Ada publikasi teori heliosentris dari Copernicus yang menjadi titik penting dalam revolusi saintifik.